VIRAL! Pengusaha di Palembang Terekam Pukul Sopir dengan Tangan Terikat, Ungkap Alasan di Balik Aksi Kekerasan
PALEMBANG – Rekaman video yang memperlihatkan seorang pengusaha di Palembang memukul pria dengan kondisi tangan terikat viral di media sosial dan memicu beragam reaksi publik.
Video berdurasi lebih dari satu menit itu disebut direkam di area galian tanah dan memperlihatkan aksi kekerasan yang dilakukan seorang pria yang belakangan diketahui bernama Junaidi alias Ajun.
Sorotan publik terhadap video tersebut semakin kuat setelah korban tampak tidak melakukan perlawanan saat menerima sejumlah pukulan. Namun di balik viralnya rekaman itu, Ajun memberikan penjelasan terkait peristiwa yang terjadi sebelum video direkam.
Menurut Ajun, pria yang menjadi korban pemukulan bernama Irza Prasetya. Ia mengaku Irza baru beberapa waktu diterima bekerja sebagai sopir di perusahaan transportasi miliknya, PT Catur Putra Manggala.
ZAjun menyebut, persoalan bermula ketika Irza diduga membawa kabur satu unit dump truk operasional perusahaan. Kendaraan tersebut, kata dia, tidak lagi dapat dihubungi setelah sebelumnya digunakan oleh Irza untuk keperluan pekerjaan.
“Mobil yang diduga dibawa kabur adalah satu unit Colt Diesel nomor polisi BG 8907 UA,” ujar Ajun saat dikonfirmasi pada Jumat (5/6/2026) malam.
Ia menjelaskan, sebelum kendaraan hilang, pihak perusahaan telah memberikan uang operasional sebesar Rp600 ribu kepada Irza untuk pembelian bahan bakar. Namun, kendaraan berikut sopir tersebut kemudian menghilang dan tidak dapat dihubungi.
Setelah dilakukan pencarian, kendaraan akhirnya ditemukan bersama Irza di wilayah Betung, Kabupaten Banyuasin. Temuan itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.
Ajun mengatakan pihaknya telah membuat laporan resmi ke Polsek Sukarami terkait dugaan penggelapan kendaraan perusahaan. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB di kantor perusahaan yang berlokasi di Jalan Noerdin Pandji, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Akibat hilangnya kendaraan operasional tersebut, perusahaan mengaku mengalami kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Selain itu, Ajun mengaku memperoleh informasi dari media sosial yang menyebut Irza pernah dicari terkait dugaan membawa kabur kendaraan angkutan umum milik warga di Bekasi, Jawa Barat.
Meski demikian, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan belum diketahui apakah terdapat laporan resmi yang dibuat oleh pihak terkait.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai status hukum kasus dugaan penggelapan kendaraan maupun video viral yang memperlihatkan aksi pemukulan tersebut.
Polisi juga masih didorong untuk mengusut dugaan tindak kekerasan yang terekam dalam video dan beredar luas di media sosial.

