Lapas Kelas I Medan vs DarkNews.id: Perang Narasi Soal Dugaan Narkoba, Blok VIP, hingga Pelaporan Media
MEDAN – Perseteruan antara media investigasi DarkNews.id dengan pihak Lapas Kelas I Medan semakin memanas dalam beberapa bulan terakhir. Konflik tersebut dipicu oleh serangkaian pemberitaan yang menyoroti dugaan praktik istimewa bagi narapidana, peredaran narkoba, penggunaan telepon seluler di dalam lapas, hingga pemindahan sejumlah warga binaan yang disebut memiliki pengaruh besar.
Rangkaian polemik bermula ketika DarkNews.id menerbitkan sejumlah laporan investigatif yang mengangkat dugaan adanya “blok VIP” di lingkungan lapas. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa blok rehabilitasi diduga berfungsi layaknya kamar eksklusif bagi narapidana tertentu, dengan tudingan adanya akses penggunaan telepon seluler dan fasilitas yang dianggap tidak setara dengan warga binaan lainnya.
Tak berhenti di situ, DarkNews.id juga menyoroti dugaan masih adanya aktivitas pengendalian jaringan narkoba dari dalam lapas. Isu tersebut sejatinya bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, aparat penegak hukum beberapa kali mengungkap kasus jaringan narkoba yang diduga dikendalikan dari balik jeruji di kawasan Lapas Tanjung Gusta Medan.
Puncak ketegangan terjadi setelah akun TikTok yang terafiliasi dengan DarkNews disebut dilaporkan usai mengunggah konten mengenai dugaan peredaran narkoba dan narapidana yang bebas beraktivitas di dalam lapas. Langkah tersebut memicu perdebatan mengenai kebebasan pers dan hak media untuk melakukan kontrol sosial terhadap lembaga publik.
DarkNews kemudian kembali melancarkan kritik ketika menilai klarifikasi yang disampaikan pihak lapas terkait isu blok VIP tidak memenuhi prinsip-prinsip yang diatur dalam Undang-Undang Pers. Media tersebut menilai klarifikasi yang diberikan lebih bersifat bantahan sepihak dibandingkan memberikan ruang dialog atau hak jawab secara proporsional.
Di tengah memanasnya polemik, muncul pula kabar pemindahan narapidana bernama Agus Lubis ke Nusakambangan. Pemindahan tersebut memunculkan spekulasi dan dugaan adanya sentimen tertentu di balik kebijakan tersebut. Namun hingga kini belum ada bukti resmi yang menguatkan dugaan tersebut.
Sementara itu, pihak Lapas Kelas I Medan secara konsisten membantah berbagai tudingan yang beredar. Manajemen lapas menyatakan pengawasan dilakukan secara ketat melalui razia rutin, tes urine, serta sistem pengamanan berlapis. Mereka menegaskan tidak ditemukan indikasi keberadaan narkoba maupun telepon seluler sebagaimana yang ramai diberitakan.
Perseteruan ini pada akhirnya berkembang menjadi perang narasi antara media investigatif dan institusi pemasyarakatan. Di satu sisi, DarkNews.id mengklaim menjalankan fungsi kontrol sosial dan pengawasan publik. Di sisi lain, pihak lapas menilai berbagai tudingan yang beredar belum terbukti dan berpotensi membentuk opini negatif terhadap institusi.
Hingga kini, polemik tersebut masih menjadi perhatian publik di Sumatera Utara. Masyarakat menunggu transparansi, verifikasi fakta, serta langkah konkret dari pihak terkait agar berbagai dugaan yang beredar dapat diuji secara objektif dan tidak berhenti sebatas saling bantah di ruang publik.

