Kalapas I Medan Tak Pernah Temui Mahasiswa yang Melakukan Aksi, Bukti Lemahnya Keterbukaan Informasi Publik

Medan – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatera Utara kembali menyoroti dugaan peredaran narkotika dan berbagai aktivitas ilegal yang diduga masih berlangsung di Lapas Kelas I Medan. Hingga saat ini, BEM Sumut mengaku telah melaksanakan aksi unjuk rasa sebanyak tujuh kali, namun belum melihat adanya langkah konkret maupun penyelesaian yang transparan dari pihak terkait.

‎Koordinator Aksi BEM Sumatera Utara, Hamsar Hasibuan, menilai sikap Kepala Lapas Kelas I Medan yang tidak pernah menemui mahasiswa selama rangkaian aksi berlangsung merupakan bentuk lemahnya keterbukaan publik dalam merespons aspirasi masyarakat.

‎“Hingga tujuh kali aksi yang kami lakukan, Kepala Lapas Kelas I Medan tidak pernah hadir untuk menemui mahasiswa dan memberikan penjelasan secara langsung.

‎Dalam negara yang menjunjung prinsip transparansi dan akuntabilitas, sikap seperti ini tentu menimbulkan pertanyaan besar terkait komitmen kepemimpinan dalam menjawab berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik,” ujar Ilhamsyah.

‎Menurutnya, dalam beberapa aksi yang dilaksanakan di depan Lapas Kelas I Medan, mahasiswa sempat mengalami ketegangan dengan sejumlah pegawai lapas ketika berupaya meminta klarifikasi atas berbagai tuntutan yang disampaikan.

“Kami bahkan beberapa kali mengalami ketegangan dengan pegawai lapas saat mencoba meminta penjelasan secara langsung. Aspirasi yang kami sampaikan terkesan diabaikan dan tidak mendapatkan respons yang semestinya. Padahal mahasiswa hadir sebagai bagian dari kontrol sosial yang dijamin oleh konstitusi,” katanya.

‎Ilhamsyah juga menyoroti sikap pihak lapas yang dinilai kurang kooperatif, termasuk saat aparat kepolisian yang melakukan pengamanan aksi berupaya mempertanyakan keberadaan Kepala Lapas.

‎“Kami menyaksikan secara langsung bagaimana aparat kepolisian yang berada di lokasi juga tidak mendapatkan kejelasan terkait keberadaan Kepala Lapas. Kondisi ini memperlihatkan buruknya komunikasi institusional dalam merespons persoalan yang menjadi perhatian publik. Respon seperti ini tidak akan membuat semangat kami kendur, kami akan melakukan aksi lagi dengan kekuatan massa dari berbagai elemen tentunya dengan jumlah massa yang lebih besar” lanjutnya.